Tampilkan postingan dengan label sate. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sate. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Desember 2010

Pemilik Poke Sushi

Bekerja sebagai seorang waiter, helper, hingga asisten chef pernah dilakoni oleh pria yang kini menjadi Sushi chef sekaligus pemilik sebuah resto sushi ini. Siapa sangka belajar memasak dari sang oma dan rasa ingin tahu yang besar justru merupakan modal terbesarnya menjadi sukses!

Bernama lengkap Toar Christopher atau yang akrab disapa Itoph, sushi chef dan salah satu pemilik Poké Sushi ini mengaku tak pernah menyangka akan menjadi seorang chef apalagi seorang sushi chef. Cita-citanya semasa SMA adalah menjadi seorang arsitek untuk mengikuti jejak sang ibu. Bahkan ia pun sempat mengecap pendidikan arsitek di Universitas Parahiangan, Bandung.

"Saya dulu bandel sekali, sehingga baru beberapa semester saya pun drop out akibat sering tidak masuk kuliah," ujarnya sambil terkekeh geli mengenang masa lalu. Hampir putus asa akhirnya sang ibu memutuskan untuk mengirimnya ke USA dan mengambil jurusan IT. Hijrah ke USA justru menjadi titik balik dari kehidupan Itop yang tak pernah bisa diduganya.

Pengalaman pertama bekerja part time dilakoninya di sebuah restoran bernama 'Little Tokyo'. Menjadi seorang waiter hingga kesulitan berkomunikasi dengan bahasa Inggris juga pernah dialami oleh Itop. Akhirnya saat terjadi krisis moneter di Indonesia pada tahun 1998 memaksanya bekerja total untuk membiayai kuliah.

Setelah menjalani training di Tennesee, USA selama 3 bulan akhirnya bapak dari seorang putri berusia 12 tahun ini ditempatkan di sebuah restoran Cina. Disinilah ia mulai mendapatkan ketrampilan dasar untuk menjadi seorang chef. Mulai dari menjadi seorang waiter, hingga kemudian menjadi seorang 'helper' di dapur. Menguliti ayam, mengangkat barang, hingga berdiri berjam-jam sudah merupakan makanan sehari-hari yang dijalani Itoph dengan tekun dan penuh kesabaran.

Tak sia-sia, ketika perusahaan tempat ia bekerja ingin membuka sebuah restoran Jepang di ia pun mendapatkan tawaran untuk mendalami sushi. Sebulan penuh ia mempelajari dan menghapalkan menu hingga diterima sebagai 'helper' seorang sushi chef. "Belajar menjadi sushi chef tidak mudah karena kita tidak diajarkan secara langsung. Kita harus pandai-pandai berlatih sendiri dan memperhatikan teknik sang chef, sebab sushi chef memang biasanya terkenal pelit berbagi ilmu" terangnya.

Setelah setahun, akhirnya Itop memperoleh kepercayaan dari sang chef untuk membuat maki dan nigiri sushi. Dalam tahap sebelumnya Itoph bahkan menjalani training mengasah pisau, mencuci, menyiapkan sayuran hingga memotong sayuran.

"Yang tersulit dari membuat sushi kita harus bergerak cepat sementara hasilnya tak hanya enak namun harus cantik," ujar Itoph. Cekatan dan kedisiplinan Itoph membuat sang guru terkesan dan merekomendasikan dirinya untuk memperdalam 'speed' membuat sushi pada teman sang guru di Atlanta. Ia pun sempat berguru di Atlanta selama 3 bulan, sebelum akhirnya kembali ditarik di perusahaan tempatnya bekerja dulu.

Perjalanan menjadi seorang corporate sushi chef pun dimulai, ia pun dipercaya memberi pelatihan outlet-outlet sushi perusahaan yang tersebar di seluruh Amerika. Namun tak lama, pekerjaan tersebut membuatnya bosan ia pun melamar bekerja di sebuah resto Jepang 'Ohana'. Pengalaman membuatnya diangkat menjadi sushi chef Ohana dan bekerja disana hampir 2 tahun lamanya.

Setelah pulang ke Indonesia, berkat dorongan dan ajakan teman-teman ia pun berani membuka sebuah restoran sushi bernama Poké Sushi Dharmawangsa yang menjadi cikal bakal tumbuhnya outlet-outlet Poké Sushi lainnya di Jakarta. Restoran berkonsep 'Japanese American Fusion' ini memang memiliki spesialisasi sushi berbentuk roll. Namun jika ditanya soal makanan favoritnya, "Sebenarnya makanan favorit saya bukan Jepang melainkan Bruine Bonen Soep buatan oma saya," ujarnya.

Tak pelit berbagi ilmu, ia pun memberikan resep membuat Caterpillar Unagi Roll bagi pembaca detikfood khususnya mereka pencinta sushi. Sushi ini merupakan salah satu menu favorit pengunjung Poké Sushi yang hmm... oishii desu ne!

Caterpillar Unagi Roll
Untuk 8 potong

Bahan:
80 g Nasi sushi
?? lembar nori ukuran 10x20 cm
10 g tobiko
80 g daging alpukat, iris tipis
10 g kyuri/mentimun hijau, iris tipis
50 g unagi, siap beli
10 ml saus unagi/teriyaki
Taburan:
1 sdt tobiko

Cara membuat:
* Sebarkan nasi sushi secara merata dengan menyisakan 5 mm bagian memanjang nori tanpa nasi. (Sebelumnya, basahi tangan dengan air).
* Balikkan ke atas makisu (gulungan bambu) yang sudah dilapisi plastik sehingga bagian nasi ada di luar. Susun di atas nori; tobiko, unagi dan kyuri.
* Gulung sambil padatkan hingga rapi dan lurus.
* Susun irisan alpukat segar di atasnya, tekan kembali dengan makisu hingga
* salmon melekat.
* Perciki dengan saus unagi/teriyaki dan taburi tobiko
* Potong melintang menjadi 8 bagian. Lapisi plastik, tekan-tekan kembali.
* Susun di atas piring, sajikan segera.

Tips:
* Untuk alpukat, pilih alpukat lokal Sukabumi yang besar dan tua. Ketika dipegang rasanya ‘kekar’, keras tetapi tidak terlalu lembut.
* Agar alpukat tidak kecokelatan warnanya, potong-potong sesaat akan disajikan atau digunakan.
* Unagi dapat dibeli di supermarket yang menjual produk import seperti Ranch Market, Sogo, dll.
* Pilih unagi yang besar, dagingnya lebih enak dan lebih lembut.
* Jika masih tersisa, unagi dapat disimpan di chiller.

"Kalau orang lain bisa, maka saya juga harus bisa," demikian tuturnya saat ditanya tentang motto hidupnya dan kegigihannya dalam menjalani hidup. (dev/Odi)

Sumber : Devita Sari - detikFood

Lihat juga:
Sate
Steak

Selasa, 30 November 2010

Taner make Halal Wine

AMSTERDAM (Reuters CAIRO) - Taner Tabak (35) have attempted to obtain a white Wine kosher certificate for two years, and now he has succeeded. "Kevserhelalwine" passed his test and get halal certification from the Quality Control Halal (Halal Quality Control - HQC).

Search Tabak will wine with alcohol content of 0% done at the request of the Muslims. At a meeting every Friday, they can not drink with colleagues and friends and a "Wine kosher" can be a solution for the problem.

Tabak study the process of making alcohol-free wine. Through a new technical process, which made him get a patent, Tabak, in cooperation with a German company, managed to make alcohol-free wine. Tabak said it had no drinks alcohol-free wine is said, but they do not pass the test HQC kosher because it still contains some alcohol.

HQC has a lot of requirements before they give a certificate to a product. An additional request to obtain such a certificate is hygienic regulations. They work under the consultation with the HQC. Tabak said, "Wine is not made kosher with it!"

Tabak target group not only Muslims, but more broadly. "What I was also targeted pregnant women, those who are affected by diabetes, they who have to drive after attending a party and therefore can not drink alcohol and so on."

Among the collection Tabak is red wine, white, and roses, too heavy wine. He was convinced of his delicacy of taste wine and recently challenged a Nicolaas Klei Wine expert to come and taste the wine.

Kevser name refers to a letter in the Qur'an, clearly Tabak. The letter speaks of kosher wine.

Tabak was not worried about the sale of wine - his. Countries like Malaysia, Azerbaijan, Dubai, and even Saudi Arabia have shown interest, Tabak said with enthusiasm.

Tabak Kevserhelalwine sells through his company, Talay Wine Company, with an average price of 6-7 euros (IDR 90000-100000).

"We've changed the haram into halal. Wine that tastes like wine but it is completely free of alcohol, and we produce it," says Tabak.

Tabak-made kosher wines are not the only alcoholic beverages that contain no alcohol. Last year, in France produced Chamalal, champagne kosher. Like champagne in general, this drink is also made from wine and bubbly, but alcohol-free.

Launched in September, just before the holy month of Ramadan in 2008, proved successful Chamala accepted in the country of origin of champagne. No single event will ever complete without his presence.
Champagne bubble kosher version is sold at a price about 60 euros (Rp 900,000) per bottle in some restaurants, but much cheaper if bought at the supermarket.

Inventors Chamalal, Rachid Gacem, said he saw a gap in the market for alcoholic beverages.

"When I came to the party and everyone drank alcohol, such as champagne, they often ask if I want to drink one glass. But we (Muslims) do not drink alcohol. Because I want to be part of the party, I want to drink something like champagne, but not the champagne. "
Responding to these drinks, not all Muslims necessarily agree. Some of the Muslims even questioned the dubious content Cham'alal content. As the comments in an online news site that writes about the launch Cham'alal, one of which reads, "Does it truly Wine carbonated beverage?". (Rin / Iie / ITN / fw / RPK / at) Cited by www.suaramedia.com

Source: suaramedia.com

See also:
Sate
Soto

Senin, 29 November 2010

Sate Kambing Jantan

Selalu ada banyak alasan untuk kangen dengan hidangan Sate kambing jantan jalan Kedung Doro Surabaya. Tapi kok namanya sate kambing jantan ? apa gak cukup dengan sate kambing aja ? hehehe namanya juga tukang tembak kata kunci, jadi sayang kalau postingan gak berbau keyword populer. Ok deh lanjut seputar sate kambing jantan yang terkenal di jalan Kedung Doro Surabaya.

Depot ini ramai diserbu para penikmat sate kambing karena kualitas daging sate yang mamang sangat baik. Murni daging yang tidak bercampur dengan lemak. Karena itu tidak heran jika dari awal buka hingga tutup jam 02.00 depot ini selalu saja ramai pengunjung dan rata-rata yang datang membawa mobil pribadi. Memang ada sisi negatif dengan ramainya pengunjung didepot itu jika banyak mobil yang berdatangan karena memang wilayah Kedung Doro tidak menyediakan parkir khusus untuk itu namanya juga warung pinggir jalan.

Harga yang dipatok pun bisa terjangkau semua kalangan. Per 10 tusuk sate cukup mengeluarkan uang 15 rb. Jadi untuk sekedar makan rutin tiap awal bulan pas gajian tiba masih sangat mungkin untuk dilakukan. Sate Kambing jantan Kedung Doro memang sudah terkenal sejak lama. Banyak pengunjung yang datang dari luar kota pada akhir pekan hanya khusus sekedar mencicipi resep masakan sate kambing jantan di kedung doro. Namun ada 'gangguan kecil' yang masih saja terus hadir atau sudah menjadi trade mark bahwa kita harus banyak menyediakan uang recehan untuk pengamen-pengamen yang banyak sekali berdatangan disela-sela kita menikmati kelezatan sate kambing jantan. Sebagai gambaran, dalam waktu 1/2 jam mungkin ada sekitar 5-10 pengamen yang datang dan pergi menyapa kita dengan suara dan alat musik apa adanya.

Namun itulah gambaran wajah kota Surabaya dimalam hari khususnya dijalan Kedung Doro. Toh para pengamen juga manusia yang butuh untuk makan dan diperhatikan. BTW untuk anda yang ingin menikmati kelezatan sate kambing jantan atau sedang ber wisata ke Surabaya, maka depot sate kambing Kedung Doro bisa menjadi referensi resep masakan yang ok punya.

Sumber : topikremaja

Lihat juga:
Burger King
Wine

Minggu, 28 November 2010

Bisnis Sate

Terdapat aneka ragam Sate dari berbagai daerah di Indonesia. Antara lain sate ayam dan sate kambing. Sate ayam dan sate kambing dapat dinikmati dengan dua jenis bumbu, yaitu bumbu kacang dan bumbu kecap.

Sate ayam dan sate kambing biasanya dijual bersama sup atau gulai kambing, yang dibuat dengan menggunakan campuran tulang dan daging kambing yang tidak dijadikan sate.

Daging kambing yang digunakan untuk sate biasanya bagian paha karena bagian lebih empuk sehingga lebih enak. Pengolahan daging kambing harus hati-hati agar sate tidak keras. Sebelum dipanggang, daging kambing sebaiknya dibungkus menggunakan daun pepaya agar lebih lunak. Daging kambing muda juga lebih lunak dibandingkan dengan daging kambing tua. Kisaran umur kambing muda yang bagus untuk sate kambing adalah 3-5 bulan.

Pedagang sate dapat berjualan di pinggir jalan raya di dekat pasar, perkantoran, perumahan, atau daerah sekitar kampus. Biasanya antar pedagang sate memiliki aturan bahwa untuk wilayah tertentu hanya ada satu pedagang. Jadi, perhatikan daerah sekitar lokasi sebelum memutuskan berjualan di suatu tempat agar tidak saling merugikan.

Perlengkapan yang diperlukan untuk menjalankan usaha sate antara lain gerobak, tenda, meja, kursi, panggangan sate, pisau, dan kipas bambu. Perlengkapan makan berupa piring, gelas, mangkuk (jika menjual sup atau gulai kambing), sendok, dan garpu.

Tenda bisa dibuat berukuran kecil atau sedang tergantung ukuran tempat dan tingkat keramaian pengunjung. Meja kayu dapat dibuat 1-2 buah dengan kursi 6-10 buah.

Pemilik usaha dapat turun tangan sendiri atau mempekerjakan karyawan. Karyawan bertugas melayani pesanan pembeli atau membakar sate. Karyawan sebaiknya dilatih terlebih dahulu cara membakar sate agar mengetahui tingkat kematangan daging secara tepat.

Promosi dapat dilakukan dengan membuat spanduk bertuliskan jenis usaha yang dipasang mengelilingi tenda atau gerobak. Spanduk dapat dilengkapi gambar atau foto sate yang menarik sehingga dapat mendatangkan pengunjung. Promosi lanjutan dapat dilakukan dengan membuat brosur, terutama jika melayani pesan antar (delivery order), melayani pesanan sate dan kambing guling untuk akikah, pernikahan, dan ulang tahun.

Harga satu porsi sate kambing Rp 10.000,- s/d Rp 12.000,-. Satu porsi biasanya berisi 10 tusuk. Harga satu porsi sate ayam lebih murah, yaitu Rp 8.000,- s/d Rp 10.000,- berisi 10 tusuk. Harga tersebut belum termasuk lontong atau nasi. Harga lontong dan nasi sekitar Rp 2.000,- per porsi. Sementara harga sup atau gulai kambing sekitar Rp 7.000,- per porsi.

Resiko usaha sate antara lain banyaknya penjual makanan sejenis. Kualitas dan harga yang ditawarkan antar pedagang sangat bervariasi sehingga pemain baru harus bisa mencari celah agar dapat bersaing.

Beberapa tip dan trik usaha sate :

1. Menjaga kualitas dan rasa dengan cara antara lain bumbunya yang lezat dan dagingnya yang empuk (untuk sate kambing). Sate kambing yang empuk secara tidak langsung dapat memperluas pangsa pasar, karena mulai anak-anak hingga orang dewasa dapat memakannya dengan mudah.

2. Lokasi yang ramai tidak selalu berpotensi sebagai tempat usaha sate. Pangsa pasar makanan ini bisa dibilang menengah ke atas. Penyebabnya harga satu porsi sate dianggap cukup mahal bagi sebagian orang. Lokasi dekat perkantoran, perumahan, pusat jajanan atau perbelanjaan merupakan beberapa contoh strategis tempat usaha sate.

3. Menjalin kerjasama dengan supplier juga sangat penting. Pada saat tertentu misalnya hari besar agama, harga daging kambing meningkat karena banyaknya permintaan. Menjalin kerjasama dengan rumah potong hewan atau peternak kambing akan meminimalisir resiko kekurangan bahan baku atau kenaikan harga yang terlalu tinggi.

Sumber : www.squidoo.com

Lihat juga:
Steak
Burger King

Kamis, 25 November 2010

Sate Kilogram SMS with Tegal Style

Sate kilogram SMS takes flavor to the menu-style recipes Sate Tegal Goat and Other recipes to the menu such as prescription Tongseng Tongseng Goat and Chicken recipe using spices Solo-style recipes.

"The restaurant is a blend of cuisine Tegal and Solo", said Lina. Dar ¡kilogram Sate building designs also have a typical SMS. Ornaments and knick-knacks hut village typical combined-matching to be an attractive decoration. Historically, satay stall kilogram Ujang pioneered by Nasir, a resident of Babakan, Madang, Bogor, West Java. Called satay kilogram, because buyers do not buy tu ¡sate based jumiah satenya prick, but how much weight kilo.

Despite its name Sate Kambing, but the menu is served restaurant recipe is made dar ¡mutton, goat meat is not dar ¡. Reason Lina because lamb has a finer fiber than goat meat. Also the smell of mutton is also more friendly than meat goat's More prengus.

If you want menikrnati Sate Kambing in sin ¡, meat goats will be weighed first to order. For a quarter kilograms of satay, a 12-pin, you can simply spend Rp 38 thousand dollars. As for the one kilogram was pegged at Rp 152 thousand dollars. You can also buy the portion sizes, ¡the 10 sticks of USD 32 thousand. So very flexible.

Compared to processed meat goat, the color of his Sate cokiat not blackish like Sate in general but reddish brown. Seasoning recipe is complementary pieces of tomato, green chili, red onion, fried onions, soy sauce and a little spray. ¡Ni complementary seasoning recipe with seasoning recipe which used complementary to the recipe Sate Tegal, which is a mixture of soy sauce recipe red onion, tomato, chilli, soy sauce and do not miss.

Reddish brown color is produced dar ¡spread a little margarine and soy sauce while the meat was burned so that the meat does not easily burn. Membakarannya process using coconut shell charcoal, burning embers so much longer and not offering a lot of dust. The meat was so soft because of the sheep used oieh this restaurant is a sheep aged between 7-10 months. Mutton part used is not specified must dar ¡thigh or chest.

What is unique is the additional samin oil that is applied after the combustion process Sate. Additional samin oil makes sense Satay with savory blend gurihnya margarine. "Nita was deliberately using oil samin to Satay more tasty," said Lina.

Her recipes taste really fit, there is the sensation of sweet taste dar ¡Sate Solo recipes with savory sensation samin oil. In closing setequk Sweet Orange Ice is very refreshing. In addition there are options and Softdrink juice. Assorted fruit juice used as a form of star fruit, oranges, mango, avocado, guava, tomato, juice combination dar ¡serte mix some fruit. The range of food price first dar ¡¡Rp 16 thousand to USD 800 thousand for Goat Guling, and fresh drinks dar¡ Rp 3 thousand to Rp 10.5 thousand.

Curious how the difference in the diner Sate Kambing ¡ni with other places. Note the opening hours dar ¡puku1 9 am to 10 pm .***

Source: lintasberita.com

See also:
Dim Sum
Steak

Rabu, 24 November 2010

It's Good to Eat Sate Torpedo

Sate - Surya Saputra didaulat as host of the show 'Whole Joint Bango Sacrifice' at Masjid Raya Pondok Indah, South Jakarta. He got a new experience when tasted Sate torpedo.

"It feels good but if asked to choose, I prefer to broil the meat instead of torpedoes," Surya said when met at the sidelines of the event, Friday, November 27, 2009.

Sate torpedo is a dish prepared from cow or goat sex organ. Myth, sate torpedo efficacious as a tonic male or enhance sexual arousal. "The effect is dangerous, but lets get that myth," he said.
Although not too much like the taste, Surya did not give up to try it again. The reason, sate torpedo is one of the typical menu that is served in Indonesian culinary. "That includes preserving," he said.

Source: Tri Pipiet Noorastuti, Gestina Rachmawati-showbiz.vivanews.com

See also:
Sour Sally
Burger King

Senin, 22 November 2010

Sate Mushroom Taste like Chicken Sate

Sate mushrooms, culinary one may still alien to the community. But the Sate mushrooms has become a new favorite menu in the city of Banyuwangi. Food stalls that provide this menu is located Warung Ibu Tina Jl. Crab Feast Banyuwangi. Location Agustini's food stall, (49) Environment Stendo residents, village carpenter is in the old office of the National Awakening Party (PKB).

For those of you who have never enjoyed a mushroom Sate, Sate you will think that you eat is chicken Sate. Because it is similar to the delicious chicken Sate. Yet the typical mushroom flavor is tasty and slightly chewy still can be felt.

Coupled with nut on satenya add pleasure sate seasoning mushrooms. "Of course there is the secret ingredient in artificial sate me," I Agustini are in the know with Tina a call on Monday (7/26/2010).

To enjoy the delights of this mushroom Sate we do not need to spend big money. Only Rp 10 thousand, 10 sticks of Sate mushroom delicacy is we can enjoy. If you want to eat it with rice or rice cake we just need to add money Rp 2 thousand only. Tina mushroom Sate stall is open from 10.00 am in the morning until around 21:00 pm.

Every day, at least Tina spent 7 kg oyster mushrooms as raw material. The number continues to grow, according to him along with increased interest in Sate mushrooms. According to Tina, each kg of an average oyster mushrooms can be made into 60 mushroom skewers.

Sate mushrooms, in addition to savory is also low in cholesterol. So for those who have a cholesterol problem should not be afraid to eat Sate on this one. Sate jamu also become food for the vegetarian alternative. Not a few who choose the vegetarian Sate skewers mushrooms as a food substitute.

"Usually when I want to eat vegetarian special Sate I had to go to Bali, not anymore," said Wiriyanto, a vegetarian Sate mushroom lovers.

Source: jurnalbesuki.com - jae/mm/jb2

See also:
Soto
Burger King

Minggu, 21 November 2010

Sate Orchid / Sate Anggrek

Here's one of the legendary Sate of Bandung: Sate Orchid. Warung sate sidewalk located at the intersection of Jl. Orchids and Jl. Riau has been there since a few years ago and became one of the foods that are sought. I was so much demand, if you're busy, the day the satay seller can sell up to two thousand skewers. In fact, if anyone wants to order a hundred or two hundred skewer meals for events do not need to order a few days earlier. Direct came on the day - if still early - definitely miss out.

At first glance this sate judging is no different than any other sate-sate being sold on the roadside. Menunyapun standard course: lamb and chicken satay skewers, plus an additional menu of chicken soup. But if more attention again, pieces of meat in the Sate Orchid is a bit bigger than most of the sate. And when it entered the mouth, we feel the true difference. Soft flesh and a distinctive marinade completely absorbed. Do not forget the added spice of the thick peanut and sweet and a little soy sauce to taste absolutely perfect.
For Sale Rp. 900, - per stick, Orchid Satay can indeed be one option to eliminate hunger. If it's dying wish to immediately enjoy this sate, there came about four or five in the afternoon. Because if you come just a little past sunset, you have to face a long queue.

Source: Asti Rahman - langsung enak.com

See also :
Soto
Hanamasa

Senin, 15 November 2010

Ice cream Ragusa tradisional

Siapa yang tak kenal dengan Ice cream? hmm… pasti semua pernah mencobanya, anak-anak sampai orang tua semua suka Ice cream, apalagi disajikan dalam kondisi cuaca yang panas siang hari, lebih-lebih kalau Ice cream gratis…

Usai meeting bersama teman-teman, saya sempatkan mampir ke sebuah tempat Ice cream bernama Ragusa, tempatnya ada di Jalan Veteran, dekat Masjid Istiqlal Jakarta Pusat. Konon katanya Ice cream disini (Ragusa) enak dan beda dengan es krim lainnya, karena katanya Ice cream tradisional tanpa pengawet, dan yang lebih seru adalah makan ditempat.

Tanpa pikir panjang kami pun memesan beberapa jenis Ice cream yang tersedia. Sambil menunggu Ice cream, pelayan memberikan segelas air mineral, dan tak berapa lama Ice cream yang kami pesan disajikan. Ice cream disajikan ke mangkuk aluminium, mumpung Ice cream masih dalam kondisi “mulus” saya pun tak lupa untuk mem-fotonya

Ice cream Ragusa ternyata memang beda dari Ice cream yang lain, punya khas tersendiri, dan memang fresh. Namun kita tak dapat berlama-lama menikmati Ice cream tersebut, karena tempat Ragusa tidak difasilitas pendingin ruangan (AC) hanya kipas angin (karena tradisional mungkin), dan ini membuat Ice cream cepat mencair, dan akan beda rasanya jika dinikmati, bukan Ice cream lagi, tapi air krim. (Imam Mahmudi - wisata.kompasiana.com)

Lihat juga :
Sate
Sushi

Sate Madura, Sate Ayam

Sate Madura umumnya adalah Sate ayam yang diberi sambal berupa saus kacang. Namun di Madura sendiri kadangkala yang dipakai bukanlah saus kacang namun saus atau sambal kemiri. Selain itu seringkali arang pembakaran Sate ini sering ditaburi dengan jeruk limau.
Untuk meraup lebih banyak keuntungan, pedagang Sate sering mencampur bumbu kacang dengan nasi kering yang telah dihaluskan. Nasi kering ini, dalam bahasa Bali disebut senggauk, merupakan nasi sisa yang dijemur di bawah terik matahari. Di beberapa daerah di Jawa, seperti pesisir utara, sepanjang pantura (pantai utara) meliputi daerah Indramayu, Brebes, nasi semacam itu disebutnya nasi aking. Umumnya dimakan orang-orang miskin yang tidak mampu membeli beras yang termurah sekalipun.

Sate Madura biasanya terbuat dari ayam. Madura selain terkenal sebagai pulau garam, juga terkenal dengan Sate-nya. Sate madura sudah terkenal di seluruh Nusantara, Sate Madura dapat ditemukan hampir di semua daerah khususnya di kota besar seperti Medan, Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Konon di Madura sendiri Sate susah dicari. Tetapi selain ayam sebagai bahan utama Sate juga ada yang menggunakan kambing yang ditandai dengan digantungnya bagian kaki belakang si kambing di rombong sang penjual Sate. Bumbunya adalah campuran kacang yang ditumbuk halus petis dan sedikit bawang merah. Memanggangnya dengan api dari batok kelapa yang dihanguskan lebih dulu yang disebut dengan arang batok kelapa. Rasanya gurih tapi dipantangkan kepada mereka yang berkolesterol tinggi dan yang pengidap asam urat akut.

Sate Madura umumnya adalah Sate ayam yang diberi sambal berupa saus kacang. Namun di Madura sendiri kadangkala yang dipakai bukanlah saus kacang namun saus atau sambal kemiri. Selain itu seringkali arang pembakaran Sate ini sering ditaburi dengan jeruk limau.

Untuk meraup lebih banyak keuntungan, pedagang Sate sering mencampur bumbu kacang dengan nasi kering yang telah dihaluskan. Nasi kering ini, dalam bahasa Bali disebut senggauk, merupakan nasi sisa yang dijemur di bawah terik matahari. Di beberapa daerah di Jawa, seperti pesisir utara, sepanjang pantura (pantai utara) meliputi daerah Indramayu, Brebes, nasi semacam itu disebutnya nasi aking. Umumnya dimakan orang-orang miskin yang tidak mampu membeli beras yang termurah sekalipun. (wapedia.mobi)

Lihat juga :
Dim Sum
Hanamasa

Kamis, 11 November 2010

Types of Ice cream in Japan

Various types of Ice cream produced by different types of countries and from various types of continent. Starting from the Americas, Europe, and Asia. From all countries in Asia, Japan is one of them. Japan can be proud with their ability to adopt, adapt, and improve practice habits and styles from other countries. After a successful globally in the production and marketing of cars, electronics, and even fashion, this time they tried to go beyond the western state with one of the culinary delights Ice cream.

What is the uniqueness of Japanese Ice cream? This info will be useful at this time willing to try it.

1. Ice cream Crab (Kani Aisu).
Hokkaido, northern Japan prefecture, famous for its rich sea food. This area who produce Ice cream flavor of crab. Although not everyone likes, Ice cream flavor crab characterizes this region.

2. Octopus Ice cream (Taco Aisu).
Want to shake up the tongue with a tentacle? If so, Octopus Ice cream is the answer. Japan has been able to cultivate an amazing variety of materials using the octopus.

3. Ice cream Wasabi (Wasabi Aisu)
Sushi get a sting from horseradish paste known in Japanese as wasabi. Which makes the tongue tingling taste makes a fun addition to raw fish. However, the sharp smell of wasabi can also be an ingredient of ice cream. Although it is very surprising, Ice cream flavor is too much demand. (Bertc / DES / SHA - Desika Pemita Liputan6)

See also:
Dim Sum
Sate

Rabu, 10 November 2010

Sate Pork Sales in Pecenongan

Sate pork sales in the Area Culinary Night Pecenongan, Central Jakarta declined by 50 percent since the last three weeks due to the outbreak of swine flu virus news.
One trader Sate pork, Yeni Natalia, said here on Thursday night, said since then, buyers Sate pork and pork soup to be decreased dramatically.

"Quiet the buyers we also resulted in revenue declines," he said when met AFP in culinary tourism.
In addition, said Winnie, Sate pork prices also fell by around Rp 5 thousand of the initial value of Rp35 thousand, now a Rp30 thousand, while the price of pork soup remains with the price of Rp25 thousand.

"The price we had to turunin, when pork prices did not fall. So how would again, this has become our risk," said Winnie who has been trading over 22 years.
According to him, if before it is able to spend 5 pounds of meat for Sate pork and 7 pounds for pork soup, it is currently only able to produce 2-3 kilograms.

As for buyers, he said, the average middle-class mostly upwards, ie from foreign nationals (foreigners) and Chinese citizens.
"For foreign citizens who often come here usually a Singaporean who stay in hotels around Peconongan," said mother of four children.

The same is also said to one another pig Sate seller, Mulyanto, who claimed his income decreased due to the outbreak of swine flu news.
"Buyers quiet, but our prices are turunin," he said.

For that, he said, the institute and also other traders hope for quiet the buyer could end soon. (Antara)

See also:
Wine
Ice cream

Selasa, 09 November 2010

Dim Sum yang berasal dari dialek cina

Jangan mengaku penggemar masakan khas China apabila belum kenal kudapan Negeri Tirai Bambu yang disajikan dalam tenong bambu kecil ini. Ukuran kudapan China ini serasi dengan wadahnya yang mungil. Tiap-tiap potongnya cukup untuk porsi sekali santap. Itulah Dim Sum.

Merunut sejarah perkembangan Dim Sum, camilan ala China ini semula merupakan makanan ringan yang disantap sambil minum teh. Biasanya disantap saat sarapan dan teman minum teh di sore hari. Dim Sum diketahui berasal dan berkembang luas di daratan China bagian selatan. “Dim Sum berarti makanan ringan. Penyebutan Dim Sum berasal dari dialek China Kanton,” terang Christopher, manajer Diamond Restaurant.

Lantaran diperuntukkan sebagai hidangan ringan di pagi dan sore hari, porsi Dim Sum sengaja dibuat mini, agar lebih praktis. Pemilihan penyajian dengan tenong bambu berukuran kecil pun sengaja dipilih karena dianggap lebih praktis untuk persiapan. Cukup dihangatkan sebentar, maka Dim Sum pun siap disantap.

Konon, di negara asalnya, variasi menu Dim Sum sangat beragam, jumlahnya bisa mencapai ribuan jenis. “Tiap daerah memiliki menu Dim Sum masing-masing. Ditambah lagi, beberapa menu baru hasil kreasi para juru masak. Jumlah menu Dim Sum kini mungkin sudah mencapai ribuan jenis,” taksir Christoper.

Menu Dim Sum memang didominasi makanan yang dikukus, namun ada pula menu Dim Sum yang digoreng dan dipanggang, meski variasinya lebih sedikit. Yang seolah menjadi menu wajib pengudap Dim Sum antara lain hakau yaitu daging udang utuh yang dibungkus kulit hakau bening, juga siomay atau kaica isi daging ayam, jamur, baby corn dan udang yang diselimuti dengan kulit tahu.

Untuk menu Dim Sum yang digoreng, ada variasi lumpia atau cumi rambutan. Sementara menu Dim Sum panggang yang paling terkenal adalah tar telur, berbentuk seperti pai dengan adonan manis dari telur di bagian tengahnya. “Pada dasarnya, Dim Sum merupakan makanan sehat karena sebagian besar menu Dim Sum diolah dengan cara kukus,” ungkap Deasy Christina dari Orient International Restaurant. (Esmasari Widyaningtyas, Fetty Permatasari - Solopos)

Lihat juga :
Burger King
Sate

Senin, 08 November 2010

Dim Sum Leadership

Dim Sum refers to the popular Chinese cuisine that features a wide range of light dishes served alongside Chinese tea. The words literally mean touching the heart, which is what author John Ng meant to do in Dim Sum Leadership: Tips for Busy Executives.

Dim Sum eaters simply have to go to the restaurant and the selection to choose from is placed in front of them. See it, like it, eat it. Each of Dim Sum dish can be finished in a gulp for the hungry ones, or in a few small bites for others.
So too is the book, organized in a bullet point format with short explanations to make it easier reading for its targeted readers. Readers can jump straight into the chapters that interest them, just like when they dig into their favorite dish first, as they are only loosely interconnected. But the book is more meaningful when read from the start.

The Singaporean talks not about getting to the top, but what you may face when you are already there. He defines leadership and the challenges of being a great leader, and the challenges of success and staying successful.

Ng feels sorry many have fallen by the wayside - unable to get over the temptations leaders face - and fallen from grace because of a lack of character, thus he emphasizes that great leaders need character to support their competency and vocation.

"If we have a calling and competence, without character, we become destructive achievers.This is true both in the West and East, both in profit and nonprofit industries, both in government and the marketplace, both in pulpit and the pew. This is the distinct difference between a successful leader and a great leader," he writes.

Spending one-third of the earlier pages on the difference between the two, he dedicates the rest on how to be a trustworthy leader, a team leader, a competent leader, a peacemaking leader.

The crisp, direct pointers can be quick to swallow but may take longer to digest. They are a tickling reminder, a nudge to the conscience, rather than a revolutionary action plan. Just as one has to clear a lot of plates when dim sum dining to feel full, the ideas need more than one lunch break to digest.

Interestingly, after all the lecturing, Ng summarizes his thoughts by a transcript of an interview he had with 66-year-old Lim Ong Joon, a president director of a palm oil plantation group. He says Lim, who worked for the company for 50 years and climbed to the top, embodies "the four critical aspects of a great leader."

Those seven pages can definitely be done in one sitting with a cup of Chinese tea. (The Jakarta Pos - Mariani Dewi)

See also :
Sate
Soto

Minggu, 07 November 2010

Sate Landak

Pernah mencoba Sate Landak? Bagi kebanyakan orang, landak atau Hedgehog porcupine yang sekujur tubuhnya dipenuhi duri tak lebih dari sekadar hewan perusak hasil perkebunan yang mesti dimusnahkan. Namun, di tangan salah seorang warga Matesih, Sukatno, 68, landak disulap menjadi Sate dengan harga per porsi Rp 20.000.

Rasanya? Para penggemar daging-dagingan dijamin akan merasakan sensasi tersendiri kala mengunyah olahan daging . Tekstur dan warna dagingnya mirip daging kambing. Bedanya, daging landak lebih empuk dan tidak berbau apak.

Tak ayal, semakin lama peminat Sate landak terus bertambah. Bahkan, tak hanya dilirik wisatawan nusantara, tetapi sejumlah wisatawan mancanegara pun terpesona rasa menu eksentrik itu. “Apalagi khasiat daging landak juga banyak sekali,” tutur pemilik warung Gunung Lawu spesial penyedia Sate landak, Jl Tawangmangu Matesih km 2, Sukatno.

Di antaranya, kata Sukatno berkhasiat menyembuhkan penyakit gatal, asma serta untuk menjaga vitalitas tubuh. Selain di Sate, daging landak juga yummy dimasak tongseng ataupun rica-rica. “Khusus rica-rica biasanya menggunakan daging kepala landak,” ujar lelaki yang empat tahun lalu menerima penghargaan Muri sebagai pelopor Sate landak di Indonesia.

Selain Sate landak, Sukatno juga menyajikan menu unik lainnya. Seperti Sate biawak dan sate tupai. Tetapi, kata Sukatno di antara menu-menu uniknya itu, menurutnya Sate landak tetap yang paling nikmat. Apalagi jika menyantapnya ditemani dengan segelas bir plethok. Minuman 100% bebas alkohol yang terbuat dari 12 macam rempah-rempah.

Warna minuman yang per gelasnya dijual Rp 3.000 itu kuning kemerahan. Rasanya mantap. Aroma jahe dan kayu secang terasa dominan. Mirip wedang uwuh khas Imogiri Bantul. Bedanya, bir plethok disajikan tanpa disertai uwuh atau sampah rempah-rempahnya. “Bir plethok juga tak kalah banyak khasiatnya untuk menjaga kesehatan,” tandas kakek empat cucu ini. (Fetty Permatasari - Solo pos)

Lihat juga :
Hanamasa
Burger King

Jumat, 05 November 2010

Sate Marrow with Coconut

Ever eat Sate Coconut? Enjoyment eat Sate will increasingly spread peanut sauce with a tasty and not too spicy. Asih said Sate seasoning is not spicy was deliberately formulated at the request of many consumers. "Chili we include on the edge of spice, but if there are customers who like the taste spicy, we make a spicy chili pol with an additional 25, even more," he said.

Visitors who taste the Sate gut will certainly enjoy the sensational taste like meat because of his intestines and not at all fishy. So too it is with Sate marrow that was not nauseated and melted in the mouth such as eating chocolate.

If consumers are curious about the menu Sate marrow, should come before the lunch hour so as not to run out. Other menu worth trying is the Sate muscle. Although based Sate beef muscle, it's not tough. Satay flavor delicacy served at various depots Mother Asih it can not be separated from how to cook it.

Actually, according to Asih, Sate ondomohen cooking process is quite simple. Once cut into pieces, meat scrubs in diurap-ointment (mixed) with grated coconut or coconut kemetan with the level of maturity and seasoning are confidential. The mixture is then left for some time until the spices to infuse.

Coconut kemetan previously mixed with red onions, garlic, salt, and turmeric. "To Sate marrow, intestine, and muscle, the same way, only added spice marinade herb salad. Intestine and muscle was also previously had to be boiled for one and a half hours so soft, "said Asih.

After the boiling process is finished, the pieces of meat ready stabbed and burned. Sate for evenly cooked and empuknya, said Asih, the combustion process must be done quickly and often inverted. Especially for Poya, grated coconut roasted and given a secret seasoning, and then allowed to dry.

After that Poya pounded for more subtle for the warm rice mixture. The whole process was done in the kitchen cooking home Asih in Gang Ondomohen, Mayor Street Mustajab. According Asih, every day, he spends about 1 quintal scrubs in, 2 pounds of lard, and 5 kilograms of intestine.

Meanwhile, more than 40 coconuts him though, good for the meat shredded and used as Poya Sate. Eating Sate in the depot Mother Asih incomplete if not accompanied by crackers taste puli. Crackers made from wheat flour and spicy garlic was sold for 1,000 rupiah per pack.

Crackers which was tasty but not too salty it is the right combination to complement the sweetness of flavor Sate. In addition to her because of Sate, most visitors are interested in going to drink tea that is served at the Depot Mother Asih. There are two kinds of tea drinks, namely hot and cold tea.

According Asih, taste tea in its place is different because it blended from two different types of tea. "Many visitors who enjoy our blend of tea, and some even took him to Singapore for a souvenir," he added. (Koran jakarta)


See also:
Soto
Sushi

Rabu, 03 November 2010

Artis Jepang yang Suka Sate Kambing

Indonesia memiliki segudang warisan kuliner yang nikmat untuk disantap. Bukan hanya orang Indonesia yang dibuat ketagihan makanan Nusantara, artis asal Jepang Erika Kirihara pun demikian.

Pemain film 'Arisan Brondong' itu mengungkapkan kalau ia suka sekali menyantap Sate kambing. Tekstur daging kambing serta bumbu pelengkap yang khas yang membuat Erika ketagihan.

"Enak, enak, Sate kambing enak," jelasnya saat melakukan santap malam bersama detikhot di kantor detikcom, Jl Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Rabu (17/2/2010).

Erika mengatakan di tanah kelahirannya, kambing tidak dijual. Otomatis makanan dari daging kambing pun tidak akan ditemukan di restoran-restoran di Jepang. Tak heran saat ditawari menu Sate kambing oleh detikhot untuk makan malamnya, Erika tak menolaknya.

Ketika Erika berkunjung ke Jakarta pada Desember 2009 lalu untuk keperluan syuting film 'Arisan Brondong, ia ditawari oleh Maxima Pictures makanan Sate kambing. Maxima Pictures adalah rumah produksi yang mengontrak Erika untuk bermain di film 'Arisan Brondong'.

Selain Sate kambing, perempuan kelahiran 15 Desember 1987 tersebut juga menggemari nasi goreng dengan telur ceploknya. Makanan yang menjadi santapan bagi kebanyakan orang Indonesia tersebut dinilai Erika unik.

Jika cowok Indonesia, Sate kambing dan nasi goreng membuat Erika tertarik, tidak dengan cuaca di Jakarta. Menurutnya udara di Jakarta sangat panas.

"Sangat panas di sini, berbeda sekali dengan di Tokyo," tuturnya.

Selain panas, Erika juga tak tahan dengan kemacetan dan polusi di Jakarta. Tak heran selama di Jakarta ia jarang keluar hotel di siang hari dan lebih memilih untuk jalan-jalan saat matahari mulai tergelincir di ufuk barat.(fjr/fjr - detikhot)


Lihat juga:
Sour Sally
Burger King

Selasa, 02 November 2010

Membuat Wine = Hobi

Buah Anggur  menghasilkan Wine berkualitas yang cocok untuk hadiah yang besar, biasanya diberikan selama pernikahan, Natal, Thanksgiving, dan ulang tahun. Sebagian besar buah pembuatan minuman anggur / Wine, ditangani oleh penggemar yang datang dengan hobi ini karena mereka mendapatkan pemenuhan dan kepuasan dari menciptakan Wine mereka sendiri.

Buah untuk membuat minuman anggur / Wine telah menjadi hobi yang sangat populer. Ribuan anggur dibuat untuk menjadi minuman Wine dan resep-resep bermunculan di internet untuk memandu pemula dan penggemar dalam membuat anggur berkualitas yang diinginkan oleh orang-orang tersebut. Saat ini, membuat minuman Wine adalah salah satu hobi yang paling populer di Amerika Serikat menarik penduduk muda dan setengah baya. Ada juga ratusan forum online dan diskusi tentang membuat minuman Wine dari buang anggur dan tips dan teknik yang terlibat dalam pembuatan minuman Wine .

Coba Winemaker Artful Hari Ini!Hal terbaik tentang membuat minuman Wine adalah bahwa Wine yang dibuat khusus agar sesuai dengan selera pembuatnya. Mungkin butuh waktu bertahun-tahun dan jumlah uang yang besar sebelum menemukan anggur yang tepat yang sesuai dengan selera seseorang. Mengapa Anda harus menghabiskan banyak uang untuk Wine yang tersedia ditoko-toko ketika anda bisa membuat Wine sendiri dengan lebih cepat dan mudah?

Semakin banyak orang saat ini menikmati seni pembuatan minuman Wine. Bukan hanya karena lebih murah daripada membeli minuman Wine, tetapi juga karena mereka menyukai tantangan untuk berusaha sesuai dengan kualitas dan rasa Wine mahal lainnya. (Fruitwinemaking)

Lihat juga:
Soto
Sate

Minggu, 31 Oktober 2010

BK, rantai global restoran burger

Burger King (NYSE: BKC), sering disingkat BK, adalah rantai global restoran hamburger cepat saji yang berkantor pusat di Miami-Dade County sama operasi, Florida, Amerika Serikat. Perusahaan mulai sebagai rantai, restoran Jacksonville berbasis di Florida pada tahun 1953. Awalnya disebut Insta-Burger King, itu dimiliki dan dioperasikan oleh Keith J. Kramer dan paman istrinya, Matthew Burns. Setelah perusahaan mengalami kesulitan keuangan pada tahun 1955, dua waralaba berbasis Miami, David Edgerton dan James McLamore, membeli perusahaan dan dinamai kembali itu Burger King. Sejak saat itu, perusahaan telah menggunakan beberapa variasi waralaba untuk memperluas operasinya.

Burger King Holdings adalah perusahaan induk dari Burger King, di Amerika Serikat, beroperasi di bawah judul Nama Burger King sedangkan internasional itu beroperasi di bawah bendera Burger King Corporation. Ini adalah sebuah perusahaan publik dengan perusahaan investasi TPG Capital, Bain Capital, dan Goldman Sachs Capital Partners, yang secara kolektif memiliki sekitar 31% dari perusahaan. Pada tanggal 2 September 2010, ia mengumumkan bahwa perusahaan telah menerima tawaran pembelian dari 3G Capital, sebuah perusahaan yang didukung oleh miliarder Brasil Jorge Paulo Lemann, Marcel Telles dan Carlos Alberto Sicupira, dalam sebuah kesepakatan senilai $ 3.26bn.

Pada akhir tahun fiskal 2009, Burger King melaporkan bahwa ada lebih dari 12.000 outlet di 73 negara, 66% berada di Amerika Serikat dan 90% adalah milik swasta dan dioperasikan. Perusahaan ini memiliki lebih dari 37.000 karyawan yang melayani sekitar 11,4 juta pelanggan setiap hari. Di Amerika Utara,. waralaba dilisensikan pada basis per toko, sedangkan di beberapa lokasi internasional lisensi dijual secara regional dengan waralaba yang memiliki hak eksklusif untuk pengembangan daerah atau negara. Ini waralaba daerah ini dikenal sebagai waralaba master, dan bertanggung jawab untuk membuka restoran baru, lisensi operator partai baru ketiga, dan melakukan pengawasan standar semua lokasi restoran di negara-negara, contoh terbesar dari sebuah waralaba master adalah Hungry Jack, yang secara eksklusif memiliki, mengoperasikan atau sub-lisensi lebih dari 300 restoran di Australia.

The Burger King menu telah berkembang dari penawaran dasar burger, kentang goreng, soda dan milkshake pada tahun 1954, untuk satu set, lebih besar lebih beragam penawaran yang mencakup beberapa variasi ayam, ikan, salad dan sarapan. The Whopper, sandwich yang kemudian menjadi produk tanda tangan Burger King, adalah penambahan besar pertama ke menu oleh McLamore pada tahun 1957. Tidak semua perkenalan memiliki keberhasilan Whopper; BK telah memperkenalkan banyak produk yang gagal menangkap di pasar.

Beberapa produk yang telah gagal di AS telah melihat sukses di pasar luar negeri, di mana BK juga telah dirancang menu untuk selera daerah.

Perusahaan "Golden Age" dari iklan adalah selama tahun 1970-an ketika memperkenalkan maskot Sihir Burger King, jingle berkesan, dan slogan terkenal dan beberapa diparodikan. Dimulai pada awal 1980-an, iklan yang mulai kehilangan fokus; serangkaian kurang kampanye iklan yang berhasil dibuat oleh berbagai lembaga berlanjut selama dua dekade berikutnya. Pada tahun 2003, Burger King mulai resuscitating iklan sekarat dengan mempekerjakan biro iklan Miami berbasis Crispin Porter + Bogusky (CP + B). Mereka benar-benar reorganisasi iklan Burger King dengan serangkaian iklan baru berpusat pada karakter Burger King menghidupkan kembali Sihir. (wikipedia)

Lihat juga : Sate, Sushi

Kamis, 28 Oktober 2010

Satay, a dish from grilled meats with sauce

Satay (pronounced /ˈsæteɪ/ SA-tay) or sate is a dish of marinated, skewered and grilled meats, served with a sauce. Satay may consist of diced or sliced chicken, goat, mutton, beef, pork, fish, tofu, or other meats; the more authentic version uses skewers from the midrib of the coconut leaf, although bamboo skewers are often used. These are grilled or barbecued over a wood or charcoal fire, then served with various spicy seasonings.

Satay may have originated in Java or Sumatra, Indonesia. Satay is available almost anywhere in Indonesia, where it has become a national dish. It is also popular in many other Southeast Asian countries, such as: Malaysia, Singapore, Brunei, Thailand, the southern Philippines and in the Netherlands, as Indonesia is a former Dutch colony.

Satay is a very popular delicacy in Indonesia; Indonesia’s diverse ethnic groups’ culinary art (see Cuisine of Indonesia) have produced a wide variety of satays. In Indonesia, satay can be obtained from a travelling satay vendor, from a street-side tent-restaurant, in an upper-class restaurant, or during traditional celebration feasts. In Malaysia, satay is a popular dish - especially during celebrations - and can be found throughout the country. Close analogues are yakitori from Japan, shish kebab from Turkey, chuanr from China and sosatie from South Africa.

Turmeric is a compulsory ingredient used to marinate satay, which gives the dish its characteristic yellow colour. Meats commonly used include beef, mutton, pork, venison, fish, shrimp, squid, chicken, and even tripe. Some have also used more exotic meats, such as turtle, crocodile, and snake meat.
Satay may be served with a spicy peanut sauce dip, or peanut gravy, slivers of onions and cucumbers, and ketupat (rice cakes).

Pork satay can be served in a pineapple-based satay sauce or cucumber relish. An Indonesian version uses a soy-based dip.
Satay is not the same as the Vietnamese condiment sate, which typically includes ground chili, onion, tomato, shrimp, oil, and nuts. Vietnamese sate is commonly served alongside noodle and noodle-soup dishes. (wikipedia)


See also : sour sally

soto